Home  |  Aspirasi  |  Layanan  |  Produk Hukum  |  Data Pejabat  |  Pusat Data   |  Kontak  |  Webmail  |  Ganti Password
www.subang.go.id
  Menu Utama  
  Pemerintahan  
  Potensi  
  Pariwisata  
  Informasi LPSE  
  Info Keuangan Daerah  
Informasi Lainnya
 
 
 
   
BERITA
 
 
 
Posting : 2010-05-14
BENUR LELE BOJONGTENGAH JENIS UNGGUL
 
(Diskominfo/Bag. Humas Subang)
Dengan menggunakan terpal 4 x 10 meter mampu menampung 250 ribu ekor benur lele. Setelah setengah bulan dibesarkan, kemudian dijual kepada peternak lele. Hal itu telah dijalani oleh Sulaeman (39 tahun) selama satu tahun belakangan ini. Hasilnya cukup memuaskan. Hingga kini volume penjualannya telah mencapai 500 ribu ekor per 2 minggu atau setengah bulan. Dengan nilai jual Rp 2 juta atau 4 rupiah per ekornya. “Alhamdulillah, Kang hasilnya bisa buat keluarga,” ujar Sulaeman saat ditemui penulis di lokasi pembibitan ketika Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi meninjau lokasi pembibitan lele miliknya pada 14 Mei 2010. Usaha pembibitan lele di Desa Bojongtengah merupakan salah satu usaha andalan dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Pembibitan lele yang dikelola Sulaeman kemudian ditularkan kepada anggota masyarakat lainnya yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani “Melati” Pusakajaya. Dari pembibitan yang dikelola oleh pembibit kemudian dijual ke peternak. Oleh peternak kemudian dibesarkan menjadi lele siap jual yang selanjutnya dijual diantaranya ke tukang pecel lele atau rumah-rumah makan yang menyediakan menu lele.

Menurut Sulaeman hingga kini ada 10 anggota yang ikut dalam usaha pembibitan. “Saya bangga dengan usaha ini. Apalagi sekarang bibit lele Bojongtengah sudah terkenal bagus,” terang Sulaeman. Diantara anggota kelompoknya ada yang sudah menghasilkan volume lebih besar dari yang dihasilaknnya.

Namun bagi Sulaeman, usaha ini ada sedikit kendala, kendala pemasaran dan harga jual yang dipengaruhi oleh harga jual daging lele. Saat ini, lanjutnya, harga mengalami penurunan yaitu menjadi Rp 9 ribu per kilogram dari Rp 11 ribu per kilogram. Untuk mengatasi tantangan tersebut kelompok usahanya akan terus meningkatkan kualitas produksi dan menjaganya. “Bukan usaha namanya bila tidak ada tantangan, Kang. Jalan yang terbaik ialah menjaga kualitas produksi. Biasanya pelanggan akan mencari kualitas,” pungkasnya.
 (Diskominfo/Bag. Humas)
 
 
Copyright © 2010 Pemerintah Kabupaten Subang - Diskominfo