Home  |  Aspirasi  |  Layanan  |  Produk Hukum  |  Data Pejabat  |  Pusat Data   |  Kontak  |  Webmail  |  Ganti Password
www.subang.go.id
  Menu Utama  
  Pemerintahan  
  Potensi  
  Pariwisata  
  Informasi LPSE  
  Info Keuangan Daerah  
Informasi Lainnya
 
 
 
   
BERITA
 
 
 
Posting : 2010-07-17
TIDAK ADA KOPERASI YANG MATI
 
(Diskominfo/Bag. Humas Subang)
Meneg Koperasi & UKM :

“Bagi kami tidak ada terminologi Koperasi Mati. Mungkin banyak koperasi yang stagnan. Apakah itu yang duduk atau jalan di tempat. Tetapi sangat banyak koperasi yang telah maju dan mampu berlari marathon,” demikian dikatakan oleh Mentri Koperasi & UKM, Syarif Hassan, MM, MBA dalam sambutannya pada Acara Puncak Hari Koperasi ke-63 tingkat Jawa Barat di Alun-Alun Kota Subang pada Sabtu (17/7). Penyataan tersebut kata Menkop merupakan respon atas pertanyaan yang manyakan tentang jumlah koperasi yang mati. Hingga kini di Indonesia terdapat sebanyak 175.201 unit.

Pada tahun ini saya namakan Tahun Koperasi Bangkit bukan Kebangkitan Koperasi. Karena pada tahun ini bagi koperasi yang stagnan harus bangkit, yang sudah berjalan harus berlari, dan yang berlari harus makin marathon.

Dengan kondisi seperti ini saja koperasi berhasil berkontribusi meningkat PDRB Nasional sebesar 67% dan tingkat Jawa Barat sebesar 60%. Dengan upaya membangkitkan kembali koperasi, pada tahun 2014 ditargetkan pertumbuhan ekonomi sebsar 7,7%, dengan pertumbuhan sebesar itu akan memberikan multiplayer effect berupa penurunan pengangguran 5 - 6% dan angka kemiskinan dapat diturun sebesar 8 – 10% dari yang sekarang 13,5%.

Mengenai keberadaan Koperaasi Wanita, pemerintah sangat memperhatikan pada perkembangannya, Karena dari pengalaman dan data di beberapa wilayah seperti Jawa Timur, Bengkulu dan wilayah lainnya ternyata non-performance loan dari Kopwan tidak lebih dari 1%. Rata-rata 0,5 - 1%. Artinya efektifitas kinerjanya lebih baik dibandinng koperasi lainnya.

Dalam menjawab tentang tantangan yang dihadapi, sebenarnya masalah SDM menurut Menkop hanyalah masalah inovasi. Karena sebagian besar anggota memiliki latar belakang pendidikan yang cukup. "Kita dorong mereka lebih kreatif, yang kurang mungkin motivasi." Kita berikan ruang untuk berinovasi sejalan dengan dibuka institusi kredit untuk koperasi.

Selain hal di atas, pemerintah juga menyediakan gedung bagi produk koperasi. Berharap gedung 17 lantai yang disediakan diisi oleh produk-produk koperasi dari seluruh Indonesia sehingga bisa dilihat oleh pasar luar. Namun Sebelum berniat masuk pasar luar negeri, lebih baik memenuhi dulu pasar dalam negeri. Jangan sampai ketika mengikuti pameran/eksibisi di luar negeri lalu pulang bukannya bangkit tetapi malah bangkrut karena tidak mampu memenuhi pasaran. Oleh karena itu sebelum masuk ke pasaran luar negeri, dengan mampu mempertahankan pasar dalam negeri juga cukup bagus.

Oleh karena itu, bagi koperasi yang belum memberikan kontribusi segera melakukan evaluasi terhadap manajemen evaluasi semua aspek-aspek manajemen antara anggota pengurus dan pengawas. Setelah melakukan evaluasi, ditahun 2010 ini kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa untuk mengurangi kemiskinan satu-satunya jalan melalui koperasi. Pihaknya berharap pada tahun 2010 diisi dengan hari-hari Bangkitnya Koperasi. Dengan bangkitnya koperasi akan makin disegani dan sejajar dengan koperasi tingkat dunia seperti Koperasi Agriculture Foundation di Korea Selatan Selanjutnya diungkapkan Kementrian Koperasi & UKM berobsesi menjadikan koperasi wanita sebagai koperasi tingkat internasional karena koperasi menjadi wahana peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam acara tersebut, hadir pula Ketua Dekopinwil Provinsi Jawa Barat, H. Wan Ibrahim SWD, M.SIB, Ketua Dekopinda Kabupaten Subang, H. Daeng Makmur Thahir, S.E., Anggota DPRD RI Yuyus Kuswanda dan Maruarar Sirait. Kegiatan Hari Koperasi tahun ini mengambil tema "Koperasi Bangkit untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat."
 (Diskominfo/Bag. Humas)
 
 
Copyright © 2010 Pemerintah Kabupaten Subang - Diskominfo