Home  |  Aspirasi  |  Layanan  |  Produk Hukum  |  Data Pejabat  |  Pusat Data   |  Kontak  |  Webmail  |  Ganti Password
www.subang.go.id
  Menu Utama  
  Pemerintahan  
  Potensi  
  Pariwisata  
  Informasi LPSE  
  Info Keuangan Daerah  
Informasi Lainnya
 
 
   
Artikel
 
 
2011-11-03 00:00:00
 
Tingkatkan Minat Budaya Baca Masyarakat melalui Pemberdayaan Perpustakaan
 
Oleh : Diskominfo / Bag. Humas
 

“Kurangnya minat budaya baca dewasa ini sudah amat memprihatinkan. Ditambah lagi banyaknya anak-anak dalam usia sekolah yang kekurangan biaya sehingga terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah, bahkan tidak sama sekali menyelesaikan pendidikan sekolah dasar. Bila perpustakaan tidak diperbaiki keadaannya, maka hal ini dapat memperparah kualitas ilmu anak bangsa.”


Meningkatkan minat budaya baca atau kegemaran membaca mau tak mau kini sudah sangat diperlukan. Keadaan dunia yang semakin mengglobal secara tidak langsung telah memaksa kita untuk semakin mempertajam pengamatan kita terhadap informasi-informasi yang beredar. Selain itu, keadaan ini juga telah menuntut kita untuk memperbaiki kualitas diri. Salah satu kunci untuk mencapai beberapa poin tersebut adalah dengan membaca. Hal tersebut sebagaimana dikatakan Asisten Administrasi Pembangunan, Ir. Besta Besuki, dalam sambutannya mewakili Plh. Bupati Subang pada Kegiatan Publikasi dan Sosialisasi Minat serta Budaya Baca Kabupaten Subang bertempat di Kantor PKPRI Subang, Selasa (25/10).


Selanjutnya Asda menyampaikan, kurangnya minat budaya baca yang dimiliki masyarakat seharusnya mendorong pihak-pihak yang terkait untuk sesegera mungkin memfasilitasi dan menganalisis apa saja yang menjadi penyebab hal tersebut. Dalam hal ini, tentu sangat diperlukan kerjasama antara penulis, penerbit, dan pemerintah dalam pengadaan sumber bacaan. Pertama, penulis diperlukan karena merekalah para pengarang dan pencari sumber informasi yang mempu menuangkan ide-ide dan pengetahuan briliannya untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Kedua, penerbit diperlukan untuk memfasilitasi para penulis dalam mempublikasikan karya-karya mereka. Karena, amatlah sulit bila seorang penulis harus mencetak dan menerbitkan karyanya sendiri kecuali dengan dana yang sangat besar. Ketiga, peran pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan subsidi buku, terutama buku-buku pelajaran yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda bangsa. Hal ini akan lebih baik jika pemerintah mengalokasikan anggaran khusus bagi pemuliaan Perpustakaan, karena Perpustakaan dapat dijangkau oleh siapa saja dan tentunya lebih efisien bagi mereka yang memiliki dana minim untuk membeli buku.


Guna meningkatkan kecintaan terhadap Perpustakaan menurut Asda, diperlukan minat budaya baca yang tinggi serta kesadaran untuk mencari sumber informasi terbaru pada masyarakat. Beberapa hal yang dapat ditempuh adalah dengan mengoptimalkan peran Perpustakaan baik Perpustakaan Daerah, Perpustakaan Sekolah, Institusi maupun Perpustakaan Desa dan Perpustakaan Keliling. “Ciptakan suasana Perpustakaan yang nyaman dan menarik minat masyarakat. Karena dengan sendirinya jika masyarakat tertarik dan merasa membutuhkan, niscaya minat budaya baca masyarakat akan semakin meningkat,” kata Asda.


Sebagaimana diamanatkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No 20/ 2003 Pasal 11 menyatakan, Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga tanpa diskriminasi. Selanjutnya Pasal 31 ayat 1 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Selain itu, ayat 3 berbunyi Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang. Adapun pasal 5 yang berbunyi, Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dan menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Jika dapat kita maknai, pasal-pasal tersebut seharusnya bisa menggalakkan pemerintah untuk lebih memperhatikan fasilitas pendidikan di negeri ini.


Ditemui sebelum sesi pemaparan materi oleh para narasumber, Kepala Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang, Drs. Tarwan, M.Pd mengatakan, pengembangan minat budaya baca masyarakat merupakan tugas yang tidak mudah, karena tugas pengembangan minat baca ini sangat memerlukan peran aktif berbagai pihak (Pendidik, Keluarga, Lingkungan dan Pemerintah), serta harus didukung oleh sarana prasarana yang memadai. Oleh karenanya melalui penyelenggaraan sosialisasi minat budaya baca diharapkan para pengelola Perpustakaan dapat lebih memahami tentang pengelolaan Perpustakaan. “Kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan merupakan implementasi UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, sekaligus bertujuan sebagai upaya optimalisasi keberadaan Perpustakaan di daerah,” ungkap Tarwan. Melalui sosialisasi yang sebagian besar pesertanya merupakan para pengelola Perpustakaan Desa, Tarwan berharap agar para peserta sosialisasi dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.


Pada sesi pemaparan materi, Dra. Oom Nurohmah, M.Si dari Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Provinsi Jawa Barat menjadi narasumber pertama dengan materi “Pembudayaan Kegemaran Membaca.” Diantara materi yang disampaikan, Oom menerangkan bahwa perumusan UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dilakukan selama 19 tahun. Maka ketika undang-undang tersebut terbit, sudah sepantasnya disyukuri dengan cara meningkatkan kegemaran membaca. Adapun materi ke dua disampaikan Ayie Atikah dengan materi “Pengembangan Fungsi Perpustakaan di Masyarakat.“


Copyright © 2010 Pemerintah Kabupaten Subang - Diskominfo