Plt. Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih menandatangani ruislag perjanjian antara Pemerintah Kabupaten Subang dan PT. Taekwang Industrial Indonesia tentang tukar menukar tanah hak pakai Pemerintah Kabupaten Subang dengan sertifikat Nomor 71 tahun 1990 seluas 9.640 m² dengan tanah HGB PT. Taekwang Industrial Indonesia seluas 30.000 m² di Ruang Rapat Bupati Subang, Selasa (7/2). Dengan penandatanganan ruislag tersebut, gunjang-ganjing isu tentang sengketa tanah dan aliran gelap yang mengalir kesalahsatu pihak dan isu lainya mengenai Taekwang, Pemda. Subang serta DPRD Subang.
Seperti diungkapkan Ketua DPRD Kab. Subang Ir. Beni Rudiono. "Semuanya telah selesai, tidak ada lagi gunjang ganjing, ini semua bukti kekuatan kita bersatu dengan seluruh Muspida, semua dugaan adanya uang mengalir ke DPRD 7 miliar karena ada manipulasi sewa PT. Taekwang tidak terbukti, kedepan kalau ada isu-isu harus hati-hati jangan dikonsumsi mentah-mentah," ujarnya.
Sementara itu Plt. Bupati Subang Hj. Imas Aryumningsih, juga mengatakan permasalahan sengketa yang seolah-olah tidak ada penyelesaian akhirnya selesai. Dengan ruislag ini diharapkan Taekwang lebih maju lebih tenang kerjanya dan lebih banyak membantu Subang.
"Saya meminta masyarakat Subang yang bekerja dibantu asuransi kesehatannya, disediakan sarana ruang asi dan ibu menyusui, kesenjangannya dan terpenting perhatikan lalulintas digerbang jangan sampe macet, apalagi pembuangan limbah jangan sampe mencemari lingkungan." ungkapnya.
Selanjutnya, Imas juga berharap agar PT. Taekwang ikut serta dalam hajatan dan acara besar di Subang dan yang paling penting harus tahu Program Gapura Subang.
Presiden Direktur PT. Taekwang Yim Man Gyu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas penandatanganan ruislag ini. "Terimakasih kepada Bupati, Ketua DPRD dan semua pihak, hari ini saya sangat senang, karena tanpa bantuan semuanya taekwang tidak bisa berkembang, dan kedepan Taekwang selalu bisa membantu Subang," ujarnya.
Yim Man Gyu juga menjelaskan, awal pendirian Taekwang, warga Subang yang bekerja hanya 6 ribu karyawan, namun sekarang berjumlah 12 ribu. "Taekwang memang investor dari korea, tapi Taekwang adalah milik Subang, dan untuk mencintai negeri Indonesia ini setiap hari Senin pagi seluruh karyawan menyanyikan lagu Indonesia raya." tutupnya. (Diskominfo/Humas Subang)