×


Berita



MUSLIM TIDAK PERLU TAKUT MATI

  Selasa, 14 Februari 2012
  Diskominfo/Bag.Humas
  35426 Dilihat

Dalam menghadapi hidup seorang muslim tidak perlu takut mati. Tetapi yang perlu dikhawatirkan ialah amal ibadah yang akan dibawa pada kehidupan setelah mati. Karena kematian atau maut tidak bisa dipercepat atau dilambat-lambat. Maka untuk menyempurnakan amal ibadah perlu diperhatikan tentang komponen untuk sempurnanya amal ibadah kita. Menurut KH. Ujang Husna Sobandi ada tiga komponen utama dalam ajaran Agaman Islam, yaitu iman yang merupakan inti keyakinan. Sebagaimana tercantum dalam 6 rukum iman. "Iman adalah inti dari ajaran Islam. Semua amal diawali oleh keimanan," ujarnya pada kesempatan Pengajian Rutin di Masjid Al-Ikhlas Komplek P d K Subang, Selasa malam (14/2/2012).

Kemudian, lanjut KH. Ujang, dilanjutkan dengan merealisasikannya dalam amal ibadah sesuai petunjuk Allah SWT melalui Rasul-Nya yang tidak dikurangi atau dilebihkan. Sehingga bisa diterima. Perlu kiranya kita menjaga amal ibadah kita atas dasar petunjuk. Maka dari itu adalah penting muslim mebersihkan akidah atau keimanan dari hal-hal yang bersifat sinkritisme dengan ajaran agama lain. Khususnya di Indonesia, kata KH. Ujang memakluminya karena Islam datang ke Indonesia agak belakangan setelah ajaran lain masuk.

Setelah iman direalisasikan dengan amal ibadah sesuai dengan tuntunan kemudian komponen ketiganya ialah akhlak mulia atau akhlaku karimah yang muncul dari manifestasi keimanan dan ibadah yang dilaksanakan dengan baik. "Kadang kita tidak menyadari pentingnya cerminnya sholat dalam kehidupan sosial," jelasnya lagi.

Selanjutnya disampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan hidup perlu dihadapi dengan sabar. Manusia menurut Qur'an rata-rata diciptakan labil namun bila mendapatkan keuntungan akan menjadi bakhil. Kegoyahan makin menjadi ketika menghadapi cobaan berupa penderitaan seperti sakit. "Padahal sakit bila dihadapi dengan sabar akan menjadi kifarat dosa," katanya lagi.

Pada pengajian ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Subang, DRs. H. Asep Muslihat, M.Si, tokoh agama dan masyarakat lainnya. Pengajian ini merupakan kegiatan rutin masyarakat RT. 22 RW. 05 Kelurahan Dangdeur Subang yang diselenggarakan secara rutin dalam rangka menjaga jalinan tali silaturahim sesama warga sekaligus menjaga keimanan secara bersama-sama.